Home / Berita / Pesan Ketua Rabithah Alawiyah Pada Acara Pertemuan Ulama dan Dai se Asia Tenggara, Afrika dan Eropa ke-V

Pesan Ketua Rabithah Alawiyah Pada Acara Pertemuan Ulama dan Dai se Asia Tenggara, Afrika dan Eropa ke-V

Jakarta-, Pada malam ke-dua acara Pertemuan Ulama dan Dai se Asia Tenggara, Afrika dan Eropa ke-V, yang diselenggarakan di Hotel Grand Cempaka Jakarta, Ketua Rabithah Alawiyah Habib Zein bin Smith menjadi pengisi materi bagi para ulama-ulama dalam dan luar negeri yang hadir. (05/07/18)

Di awal-awal yang disampaikannya beliau menghimbau agar setiap siapapun para da’i harus memiliki ilmu yang mumpuni, bahkan ilmunya tersebutpun harus benar-benar terarah dengan baik, sehingga tidak diselewengkan dan kesucian agama dan kejernihan ilmunya tetap terjaga.

Selain nasihat tentang pentingnya ilmu di jaman sekarang yang penuh tantangan ini, beliau juga memberikan butir-butir nasihat lainnya di antaranya, sbb:

1. Keikhlasan hanya mengharapkan Allah swt. dalam dakwahnya para dai, tidak riya dan cinta dunia karena keduanya akan membuat dai tidak bisa menyampaikan pesan kepada mereka yg menjadi objek dakwah, terlebih dalam hal pemerintah yang lalai maka keikhlasan yang berangkat dari hati seorang dai lah yang sanggup menegurnya.

2. Dakwah adalah perkara yang amat teramat penting, bahkan dakwah adalah wasilah atau media terpenting bagi semua umat Islam di dalam mengajak orang lain kepada jalan kebenaran. Karenanya, dakwah menjadi fardhu ‘ain bagi setiap muslim siapapun, dan fardhu kifayah dengan adanya para ahli ilmu.

3. Dai dan orang yang memiliki ilmu atau ulama, harus memiliki kompetensi kepribadian yang benar benar baik, dan kompetensi penguasaan metode-metode yang membantunya untuk bisa menyampaikan pesan-pesan keilmuan dan agamanya.

4. Dai harus mampu menciptakan dan membentuk rasa cinta dan kecintaan di antara manusia, lingkungan dan makhluk Allah lainnya. Karena memulai pribadi dengan ilmu dan akhlak adalah sesuatu yang dirasakan langsung oleh objek dakwahnya.

5. Seorang dai tidaklah hanya sekedar mampu memberikan dan menyampaikan secara lisan mauidzhah hasanah (nasihat yang baik) tetapi lebih dari itu harus dilanjutkan dengan uswatun hasanah (keteladanan yang baik), dan hal tersebut lebih memberikan pengaruh yang baik pula dalam berdakwah.

6. Kesabaran adalah salahsatu sifat yang harus dimiliki oleh seorang dai, dan jalan menuju akhirat itu ketika dengan sabar maka tidak akan tersesat dan dakwahpun akan berbuah hasil yang baik.

7. Kepribadian yang harus dimiliki dai selanjutnya adalah berlemah lembut, dakwah harus melalui hati atau kelemahlembutan.
Sifat ini akan memberikan rahmat, adapun sifat sebaliknya yaitu bersifat keras hanya akan menjadikan manusia menjauh darinya

8. Seorang dai harus memahami metode dakwah, karena objek dakwahnya akan selalu berbeda baik kondisi wilayah, dan sifat orang-orang yang dia berikan dakwah.

9. Seorang dai selayaknya untuk memberikan kemudahan dan tidak mempersulit siapapun yang mereka dakwahi, dengan syarat tidak melewati batas-batasan syariat.

10. Dai harus senantiasa memberikan kabar gembira kepada objek dakwahnya, agar manusia sekelilingnya tidak menjauh dan antipati kepadanya.

Reporter : Ahmad Fadhilah

Baca juga

Prof Zahro: Tidak Ada Ajaran Ngebom Ngawur

Masjid Al Akbar – Imam Besar Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Prof Dr H Ahmad Zahro, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *