Home / Berita / Kemenag Lakukan Digitalisasi Manuskrip Keagamaan

Kemenag Lakukan Digitalisasi Manuskrip Keagamaan

Untuk menyelamatkan manuskrip-manuskrip keagamaan yang tersebar di sejumlah wilayah, Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) melakukan digitalisasi manuskrip keagamaan.

Kepala Bidang Pusat Penelitian dan Pengembangan Lektur Khazanah Keagamaan, Fakhriati menyebut saat ini sudah ada 3.348 manuskrip yang didigitalisasi sejak tahun 2008.

“Kemenag juga akan membuat pusat kajian manuskrip keagamaan Nusantara. Sehingga, manuskrip bisa ditelaah kearifan lokal dan substansi di dalamnya serta dikontekstualisasikan pada masa saat ini,” ujar Fakhriati.

Manuskrip yang telah didigitalisasi tersebut dimasukkan ke laman Thesaurus of Indonesia Islamic Manuscripts di situs resmi Kemenag RI. Selanjutnya, manuskrip yang ada di masyarakat, didigitalisasi yakni difoto dan dicatat.

“Kemudian, judul manuskrip, pengarang, bahasa, tulisan dan informasi lainnya dimasukkan ke thesaurus,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi (LKKMO) Badan Penelitian, Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan dari Kemenag RI, Muhammad Zain menyampaikan digitalisasi manuskrip sebagai upaya penyelamatan.

“Tujuannya menyelamatkan manuskrip, kalau bisa manuskrip dibawa. Kalau tidak bisa dibawa manuskripnya, dibuat bentuk digitalnya,” tambahnya.

Selain itu, pihaknya juga tengah membuat naskah akademik pusat kajian manuskrip keagamaan Nusantara. Kemenag telah melakukan benchmarking ke beberapa negara seperti Turki, Mesir dan Iran. Di negara-negara tersebut, tim akan mengunjungi lembaga yang melakukan penelitian dan preservasi manuskrip.

Lanjut Zain, hal ini dilakukan dalam rangka persiapan membangun pusat kajian manuskrip keagamaan Nusantara di Indonesia. Manuskrip-manuskrip tersebut sangat penting untuk menjadi rujukan atau referensi Islam Indonesia untuk dunia.

”Generasi sekarang perlu mengetahui manuskrip dan kearifan lokal yang terkandung di dalamnya. Oleh sebab itu, manuskrip harus diselamatkan,” pungkasnya.

Gambar: NU online

Baca juga

Prof Zahro: Tidak Ada Ajaran Ngebom Ngawur

Masjid Al Akbar – Imam Besar Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Prof Dr H Ahmad Zahro, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *